Dibalik Mahakarya: Ep.02 - Misteri Kematian Edgar Allan Poe

Opening:

Seorang penulis ditemukan sekarat di jalan, pakai baju orang lain, dan gak ada yang tahu kenapa.

Namanya Edgar Allan Poe.

Ia dikenal lewat karya sastranya yang gelap tentang kematian, kegilaan, dan ketakutan manusia. Tapi akhir hidupnya sendiri, jauh lebih kelam dari tulisannya.

Substance:

Pada tahun 1849, Poe tiba-tiba menghilang selama 6 hari.

Gak ada yang tahu dia ke mana.

Sampai akhirnya, dia ditemukan di depan sebuah kedai di Baltimore dalam kondisi linglung dan hampir gak sadar.

Sejarah selalu bilang kematiannya itu adalah sebuah "misteri". Katanya polisi kebingungan, bahkan dokter nggak tahu penyebab pastinya, antara overdosis, rabies, atau gila.

Tapi udah banyak orang yang bilang, kalau kasus kematian Poe ini sebenarnya bukan gagal diungkap. Kasus ini, yaa emang sengaja dikubur aja?

Ada satu teori yang dipercaya oleh banyak orang, yaitu cooping.

Tahun 1849, praktik politik di Amerika itu level kotornya beda. Ada geng-geng mafia politik yang dibayar buat nyulik orang di jalan, mencekoki mereka dengan obat bius atau alkohol dosis tinggi, dan memaksa mereka nyoblos berkali-kali di berbagai TPS dengan ganti-ganti baju.

Itu menjelaskan kenapa otak Poe saat ditemukan sudah sangat rusak sampai dia gak bisa mengingat namanya sendiri, apalagi bersaksi. Dan daktanya: Poe ditemukan sekarat tepat di depan Gunner's Hall. Dan tebak? Hari itu, kedai tersebut sedang difungsikan sebagai Tempat Pemungutan Suara.

Jadi, Poe kemungkinan besar diculik, disiksa, dan dipakai sebagai alat voting ilegal.

Yang bikin teori konspirasi ini makin kuat adalah malam-malam terakhirnya di rumah sakit. Poe yang tadinya nggak bisa diajak komunikasi sama sekali, tiba-tiba terus-menerus mengigau. Dalam masa kritisnya, dia berteriak panik memanggil satu nama, yaitu "Reynolds!"

Siapa Reynolds?

Ada seorang pria bernama Henry R. Reynolds, dan kebetulan yang sangat "lucu", dia adalah Hakim Pemilu yang bertugas di meja panitia Gunner's Hall hari itu.

Pertanyaannya, kalau polisi benar-benar niat mencari kebenaran, kenapa mereka gak pernah menginterogasi panitia TPS tersebut? Kenapa gak ada investigasi serius tentang geng politik yang beroperasi di area itu?

Apakah mungkin yang mendalangi penculikan-penculikan ini adalah politisi-politisi berkuasa di Baltimore?

Bagi mereka, Poe bukanlah penulis jenius yang dihormati. Di mata penguasa, dia cuma pion yang kebetulan lewat di jalan yang salah, dan dibuang setelah mesin suaranya nggak berguna lagi.

Closing:

Kita sering diajari kalau misteri masa lalu itu terjadi karena kurangnya bukti atau teknologi.

Padahal seringnya, sebuah kasus gak terpecahkan bukan karena buktinya gak ada. Tapi karena pelakunya punya kuasa buat nutupin bukti itu rapat-rapat.

Kalau sang bapak fiksi detektif dunia aja bisa dibungkam dan dibuat linglung sama sistem yang korup, apalagi kita?


Komentar