Puisi Hari ini; Mengunyah Ketidaktahuan

Hari ini, langit lupa cara serius.
Ia pakai sandal jepit dari awan,
lalu tersandung oleh burung yang pura-pura jadi pikiran.

Di trotoar, waktu duduk selonjoran,
mengunyah detik seperti kerupuk basi,
renyah di awal, lalu bingung sendiri kenapa harus habis.


Aku lihat matahari nyengir miring ..
seperti tahu rahasia,
tapi malas cerita.


Sementara itu, kopi di meja berbisik,
katanya hidup cuma lingkaran kecil:
panas, pahit, lalu dingin tanpa pamit.


Seekor kucing melamar bayangannya sendiri,
ditolak, tentu saja ..
karena bayangan lebih setia pada cahaya daripada cinta.


Dan aku?
Cuma manusia yang nyasar di hari ini,
mencoba memahami kenapa logika suka bercanda,
dan kenapa absurditas justru terasa masuk akal.


Mungkin hidup memang seperti ini:
serius yang pura-pura lucu,
atau lucu yang terlalu serius dipikirkan.

"Mengerti" adalah proses yang kompleks.

Jadi aku tertawa.

Hari ini, terasa seperti mimpi
yang sengaja lupa bangun.


Komentar