Opening:
Panik dikejar deadline, seorang penulis sastra dunia nekat ngunci seluruh bajunya di lemari… dan terpaksa nulis sambil hampir telanjang bulat selama berbulan-bulan.
Namanya Victor Hugo.
Dan dia ngelakuin itu bukan karena ikut sekte aneh atau aliran sesat. Tapi, murni karena dia sadar kalau disiplin dirinya itu NOL besar.
Substance:
Tahun 1830, Hugo udah tanda tangan kontrak buat nulis novel legendaris Si Bungkuk dari Notre-Dame. Masalahnya, dia ini orangnya punya kehidupan sosial yang super sibuk dan doyan hura-hura. Bukannya nulis, dia malah asyik party, nongkrong, dan menghabiskan waktu buat keliling Paris.
Sampai akhirnya, waktu tersisa tinggal beberapa bulan lagi dan pihak penerbit udah ngamuk besar.
Karena sadar kalau hasrat nongkrongnya terlalu kuat, akhirnya Hugo ambil langkah yang luar biasa nekat. Dia minta pelayannya buat menyita seluruh pakaiannya, menguncinya di dalam lemari, dan menyembunyikan kuncinya dari Hugo.
Selama berbulan-bulan, bapak sastra Prancis ini mengurung diri menulis di dalam kamar, cuma berbalut sehelai selimut rajut tebal berwarna abu-abu. Logikanya emang absurd, but it works on him: kalau dia nggak punya baju yang layak, dia nggak bakal bisa keluar rumah buat kelayapan.
Dan, Trik "menyandera diri sendiri" ini berhasil total. Novel itu bahkan selesai berminggu-minggu lebih cepat dari jadwal.
Closing:
Pada akhirnya, mahakarya itu lahir bukan karena Hugo tiba-tiba dapet inspirasi dari langit. Tapi karena dia berhasil mengisolasi dirinya sendiri dari segala macam gangguan duniawi.
Memang agak ironis. Tapi sering kali, musuh terbesar yang menghalangi kita buat menghasilkan sesuatu yang hebat... bukan cuma dari lingkungan sekitar, tapi isi kepala kita sendiri yang gak bisa diajak kompromi.
Kalau lo sendiri, kapan terakhir kali berani "ngunci" gangguan lo demi masa depan?
Komentar
Posting Komentar