Sehat Finansial dan Bahagia

Unsplash / @rrrob

Bagaimana kita memandang uang dan kebahagiaan memanglah sebuah pilihan. Ada seorang filsuf yang mengatakan bahwa kebahagiaan itu sepenuhnya bergantung pada faktor internal. Bahwa uang tak bisa membeli kebahagiaan. Tetapi ternyata, pendapat ini tak selalu dibenarkan. Bahkan ada sebuah penelitian yang membuktikannya. Hasilnya, tingkat kebahagiaan seseorang bisa dipengaruhi oleh keberadaan beberapa faktor dan salah satunya adalah uang. Sebuah analisis penelitian yang dilakukan oleh grup investasi Advisor Perspectives ini menemukan, bahwa uang mampu meningkatkan kepuasaan orang secara keseluruhan dalam menjalani hidup hingga titik tertentu. Jadi ya, bertolak belakang dengan gagasan seorang filsuf di atas, uang dapat membeli kebahagiaan.

Kondisi finansial memang terkait erat dengan tingkat kebahagiaan manusia. Meskipun harta tidak dapat menjamin perasaan seseorang, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sampai batasan tertentu faktor yang satu ini bisa mempengaruhi kepuasan dan kesejahteraan hidup manusia. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk berusaha mencukupi diri secara finansial.

Nah, Sobat InspiLiterasi, tidak apa-apa lho apabila kamu berkeinginan menjadi kaya. Sebab kamu bisa menjadi lebih berdaya. Bukan karena sebatas kamu memiliki uang. Melainkan kamu bisa memperdayakan apa yang kamu miliki, dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Sehingga kemudian, kamu dapat mencapai kebahagiaanmu. Bagi kamu yang menginginkannya, berikut ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan. Namun agar tak salah paham dengan apa yang disampaikan oleh artikel ini, akan lebih baik jika kamu membacanya sampai selesai ya, Sob. Yuk disimak, 5 Langkah Tepat Menjadi Kaya dan Bahagia. Cekidot!


1. Money Mindset yang Sehat

Langkah awal yang paling utama untuk memperbaiki finansial adalah dengan memiliki money mindset yang sehat. Pola pikir keuangan atau money mindset merupakan manifestasi dari sikap dan keyakinan kamu tentang uang. Dengan pola pikir keuangan yang baik, kamu bisa memiliki panduan dalam mencapai tujuan finansial yang diinginkan. Money mindset inilah yang mendorong kamu untuk mengembangkan kebiasaan baik atau meninggalkan kebiasaan buruk tentang uang.

Money mindset ini sebagian besar dipengaruhi oleh pengalaman pribadi mengenai uang. Sangat mungkin lho, Sob, apabila money mindset yang kamu miliki saat ini adalah hasil dari kamu mempelajari keuangan orang tua atau keluargamu. Tetapi jangan khawatir, money mindset ini terbentuk bukan hanya berdasarkan latar belakang saja. Jadi bagi kamu yang tumbuh di lingkungan tabu soal keuangan, money mindset-mu masih bisa diubah dan diperbaiki. Pada intinya,  memiliki pola pikir keuangan yang baik bisa membuatmu memiliki kendali atas hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan finansial.

Sebaliknya, ketika kamu memiliki mentalitas yang buruk pada keuangan, kamu akan terus merasa tidak bisa mendapatkan kondisi keuangan yang baik.


2. Berkreativitas

Ada begitu banyak manfaat dari suatu kreativitas, diantaranya adalah perasaan puas dan bangga saat kita bisa melahirkan sebuah karya entah itu dalam bentuk apapun. Dari kegiatan yang positif ini pula sebuah inovatif dan perubahan yang lebih baik terlahir. Termasuk dalam peningkatan finansial. Lho, kok bisa?

Tentu saja, Sob. Sebenarnya bukan rahasia lagi bahwa selain melahirkan karya, kreativitas juga dapat menghasilkan uang. Hanya saja, mungkin kamu harus melek terhadap teknologi. Sebab diera digital yang serba canggih ini, berkreativitas yang ‘menghasilkan’ akan semakin lebih mudah jika kamu dapat memanfaatkan internet. Misalnya, kamu bisa membuat kerajinan tangan dan menjualnya secara online diberbagai e-commerce. Menjadi content creator di kanal youtube ataupun instagram. Atau bahkan kamu bisa menjadi freelancer sebagai penulis lepas atau desain grafis. Kamu bisa memanfaatkan wadah seperti bloger, berbagai media platform online, dan lainnya yang dapat menyalurkan ide-ide kreatifmu itu. Jika kamu melakukannya dengan konsisten, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan penghasilan yang bisa menunjang finansialmu. Bahkan banyak orang yang sudah berhasil dibidangnya dan menjadikan itu sebagai pekerjaan sekaligus penghasilan utama mereka.

Nah, tunggu apa lagi, Sob? Yuk, Sobat InspiLiterasi kita berkreativitas untuk memberikan hal yang positif, berkarya dengan jujur tanpa harus merugikan pihak manapun.

 

3.  3.     Gaya Hidup Minimalis

Menjadi minimalism membantu kita lebih tahu mana kebutuhan dan keinginan. Keinginan manusia adalah hal yang tidak akan ada habisnya, sedangkan kebutuhan merupkan sesuatu yang memang harus dipenuhi. Dengan tahu hal ini, kita akan membeli barang yang kita butuhkan saja.

Kalau perlu dibeli, kalau tidak butuh atau hanya sekedar suka karena lucu dan sebagainya lebih baik tidak. Mungkin ini sedikit menyiksa untuk sebagian orang. Menahan diri layaknya berpuasa. Tapi ingatlah, bukankah puasa itu sendiri adalah sebuah proses untuk ‘menjadi’?


4.    4. Menabung

Nah, Sobat InspiLiterasi, dari pada membeli barang yang tidak ada gunanya, lebih baik ingatkan diri untuk menabung. Ini membantu kita mengurangi sifat konsumtif, dan uang yang kita simpan bisa dipakai untuk hal lain yang membuat kita lebih bahagia. Misalnya untuk melakukan hobi, traveling, bisnis. Atau untuk hal yang benar-benar penting seperti, tabungan pendidikan, asuransi kesehatan, tabungan pensiun, dan lainnya.


5.   5.  Sedekah

Sampailah kita pada point terakhir. Kamu sudah membaca sejauh ini. Jadi, benarkah kamu ingin menjadi kaya dan bahagia? Kalau memang iya, cobalah bersedekah. Sebab kaya yang sebenarnya adalah orang-orang yang mampu untuk berbagi.

Apalah artinya timbunan harta ketika kita memiliki permata di dalam hati. Materi apa yang dapat menandingi kekayaan hati manusia? 

Lagipula, apapun yang kamu berikan kepada orang lain tak akan pernah hilang. Apapun itu akan selalu kembali ke kamu dalam bentuk yang sama maupun berbeda. Gagasan ini tidaklah tabu bagi kamu yang mengetahui hukum alam.

Orang yang bisa memberi bukan berarti mereka punya ‘lebih’, tetapi karna mereka dapat merasakan penderitaan. Orang-orang yang dapat berempati pada kesulitan orang lain inilah yang memiliki hati dan jiwa yang besar, yang sudah jelas lebih mudah untuk bersyukur dan bahagia.

Komentar

  1. Kalo mau kaya pola pikir juga termasuk, bagaimana pola pikir yang maju uang dijadikan sebagai alat investasi bukan sebagai alat poya poya

    BalasHapus

Posting Komentar