Opening :
Kalau semua yang lo lihat, dengar, dan percaya…
bisa diatur,
lo masih yakin itu pikiran lo sendiri?
Substance :
Di dunia 1984, hidup lo diawasin.
Setiap gerak.
Setiap kata.
Bahkan… setiap pikiran.
Ada sosok yang disebut Big Brother.
Selalu ngeliat.
Selalu hadir.
Kedengerannya kayak dystopia klasik.
Tapi yang bikin serem bukan itu.
Yang bikin serem adalah:
orang-orang di sana… lama-lama gak butuh dipaksa.
Mereka mulai percaya.
Di dunia ini, kebenaran bukan sesuatu yang tetap.
Dia bisa diubah.
Direvisi.
Dihapus.
Hari ini bilang A, besok jadi B.
Dan lo dituntut buat… ikut.
Bukan cuma pura-pura setuju.
Tapi beneran percaya.
Orwell nyebut ini “doublethink”.
Kemampuan buat pegang dua hal yang bertentangan…
dan tetap ngerasa itu masuk akal.
Dan tanpa sadar,
itu gak jauh dari dunia kita sekarang.
Informasi datang tiap detik.
Narasi berubah cepat.
Dan pelan-pelan, kita gak lagi nyari mana yang benar…
tapi mana yang paling gampang kita terima.
Karena capek mikir.
Karena takut beda.
Atau karena… semua orang juga ikut percaya.
Di titik itu, kontrol gak lagi datang dari atas.
Tapi dari dalam kepala kita sendiri.
Dan itu jauh lebih susah dilawan.
Closing :
Mungkin ancaman terbesarnya bukan saat lo dibohongi.
Tapi saat lo mulai nyaman hidup di dalam kebohongan itu.
Dan kalau suatu hari lo gak bisa lagi bedain mana yang nyata…
yang hilang itu kebenaran?
Atau diri lo sendiri?
Komentar
Posting Komentar