Sastra Klasik : Ep.13 - Sang Alkemis

Opening :

Lo bilang punya mimpi.
Tapi jujur aja,
lo beneran ngejar… atau cuma suka ngebayangin?

Substance :
Di The Alchemist, ada Santiago.

Penggembala.
Hidupnya… ya gitu-gitu aja. Aman. Cukup.

Tapi dia punya mimpi yang terus muncul.
Tentang harta karun.

Dan bedanya dia sama kebanyakan orang…
bukan karena mimpinya lebih besar.

Tapi karena dia berani mulai.

Karena realitanya,
yang bikin orang berhenti itu bukan dunia.

Tapi pikirannya sendiri.

Lo tahu apa yang lo mau.
Tapi lo juga tahu risikonya.

Lo harus ninggalin yang udah pasti.
Lo harus keliatan “nekat”.
Lo harus siap gagal.

Dan itu gak enak.

Makanya lo kompromi.

Lo bilang:
“Gue realistis aja.”
“Gue tau diri.”
“At least hidup gue stabil.”

Padahal… kalau jujur,
itu cuma cara halus buat bilang:
“Gue takut.”

Di cerita ini, Coelho gak lagi jual mimpi.
Dia lagi ngebongkar satu hal yang agak nyakitin:

Bahwa banyak orang sebenarnya gak kehilangan mimpinya.
Mereka cuma… ninggalin itu pelan-pelan.

Ditukar sama rasa aman.
Ditukar sama validasi.
Ditukar sama hidup yang ..
gak jelek, tapi juga gak pernah jadi yang mereka inginkan.

Closing :
Jadi sekarang gini aja, simple.

Kalau lima tahun lagi hidup lo tetap sama kayak sekarang…
itu karena keadaan?

Atau karena dari awal…
lo emang gak pernah cukup berani buat mulai?

Komentar