Opening :
Lo pernah gak…
langsung gak suka sama seseorang,
padahal lo bahkan belum benar-benar kenal dia?
Substance :
Di Pride and Prejudice, ada Elizabeth Bennet.
Ini sering disebut cerita cinta.
Dan ya… gak salah.
Tapi yang bikin semuanya jadi rumit itu bukan cintanya.
Tapi ego…
dan asumsi yang kita anggap sebagai kebenaran.
Elizabeth itu cerdas.
Tajam.
Dan satu hal yang dia banggain:
penilaiannya terhadap orang lain.
Dia ketemu Mr. Darcy.
Kaya, dingin, kelihatan sombong.
Dan tanpa butuh waktu lama,
Elizabeth langsung mutusin:
“Gue gak suka orang ini.”
Selesai.
Masalahnya…
dia terlalu yakin sama penilaiannya sendiri.
Dan itu yang bahaya.
Karena semakin kita merasa “gue bisa baca orang”,
semakin kita jarang nanya:
“Gue salah gak ya?”
Kita lihat sedikit sikap,
langsung bikin kesimpulan.
Kita denger satu cerita,
langsung percaya.
Dan tanpa sadar,
kita gak lagi melihat orang itu apa adanya,
kita cuma melihat versi yang cocok
dengan pikiran kita sendiri.
Elizabeth juga gitu.
Dia bukan bodoh.
Justru sebaliknya, dia pintar.
Tapi justru karena itu,
dia makin yakin kalau dia pasti benar.
Sampai akhirnya realita mulai retak.
Orang yang dia anggap baik… ternyata enggak.
Orang yang dia anggap buruk… ternyata jauh lebih kompleks.
Dan di situ baru keliatan:
masalahnya bukan di orang lain.
Tapi di egonya sendiri.
Closing :
Kita sering mikir masalahnya ada di orang lain,
padahal yang jarang kita pertanyakan itu… cara kita melihat mereka.
Dan kalau hari ini lo yakin banget sama penilaian lo tentang seseorang,
lo yakin itu karena dia emang seperti itu…
atau karena lo cuma melihat apa yang pengen lo lihat?
Komentar
Posting Komentar