Opening:
Di dunia ini, kelihatan sukses kadang lebih penting daripada benar-benar bahagia.
Kita hidup di zaman di mana pencapaian itu harus kelihatan.
Harus bisa diposting.
Harus bisa bikin orang lain iri.
Tapi jarang banget yang nanya:
sebenernya… lo bahagia nggak?
Substance:
Tahun 1925, F. Scott Fitzgerald nulis The Great Gatsby.
Ceritanya tentang seorang pria super kaya bernama Jay Gatsby.
Rumahnya gede.
Pestanya mewah.
Orang-orang datang tiap malam… bahkan banyak yang nggak kenal dia.
Semua orang pengen jadi Gatsby.
Atau… setidaknya, kelihatan kayak Gatsby.
Tapi yang jarang orang tau, semua itu:
uang, pesta, image ..
dibangun cuma buat satu hal, yaitu ngejar seseorang dari masa lalunya.
Daisy.
Dan di situ mulai keliatan retaknya.
Karena ternyata,
sebanyak apapun lo bangun hidup lo dari luar,
nggak akan pernah cukup buat nutup sesuatu yang kosong di dalam.
Gatsby bukan cuma soal orang kaya.
Dia soal obsesi.
Soal ilusi.
Soal mimpi yang keliatannya indah… tapi sebenernya rapuh banget.
Dan kalau dipikir-pikir,
dunia kita sekarang nggak jauh beda.
Orang lebih sibuk kelihatan berhasil
daripada benar-benar ngerti apa yang dia kejar.
Relasi jadi transaksi.
Validasi jadi kebutuhan.
Dan kebahagiaan… jadi sekadar tampilan.
Kita bikin versi terbaik diri kita,
bukan buat diri sendiri,
tapi buat dilihat orang lain.
Closing:
Gatsby ngabisin hidupnya buat ngejar sesuatu yang dia pikir bakal bikin dia utuh.
Padahal… yang dia kejar itu cuma bayangan.
Versi ideal yang mungkin dari awal nggak pernah nyata.
Dan mungkin, tanpa sadar, kita juga sering kayak gitu.
Ngejar sesuatu
yang keliatannya sempurna,
tapi nggak pernah benar-benar kita pahami.
Jadi sekarang pertanyaannya:
lo lagi bangun hidup yang beneran lo mau…
atau cuma hidup yang kelihatan bagus di mata orang lain?
Komentar
Posting Komentar