Opening:
"Mati syahid demi deadline"
Kedengarannya kayak jokes sarkas budak korporat zaman sekarang. Tapi buat bapak sastra Prancis bernama Honoré de Balzac, ini kejadian nyata.
Substance:
Kalau Balzac hidup di zaman sekarang, dia jelas bapak moyangnya toxic productivity.
Demi ngejar deadline penerbit dan bayar utang, jadwal hidupnya sama sekali nggak masuk akal. Dia nulis 15 jam sehari, dengan bahan bakar 50 cangkir kopi hitam setiap hari. Kalau cairan kopi udah nggak mempan buat bikin dia melek, Balzac bakal ngunyah bubuk kopi mentah-mentah saat kondisi perutnya masih kosong.
Zaman sekarang, kita sering banget meromantisasi hal kayak gini. Kita merasa kalau kita nggak hancur lebur demi kerjaan, berarti kita kurang berusaha.
Closing:
Balzac memang berhasil nyetak puluhan mahakarya dari gaya hidupnya yang gila itu. Tapi ending-nya, dia meninggal di umur 51 tahun karena gagal jantung. Tubuhnya rontok karena keracunan kafein.
Jadi, buat lo yang sekarang lagi nahan asam lambung demi validasi 'pekerja keras'... take a breath, istirahat bentar. Mau yang lo kerjain itu mahakarya sastra dunia atau sekadar tabel Excel dari bos, kerja keras lo emang valid. Tapi coba tanya ke diri sendiri: kalau sampai lo tumbang besok, siapa yang sebenarnya paling rugi?
Komentar
Posting Komentar