Pernah kepikiran nggak...
Kalau mungkin aja ada cahaya bintang yang baru sampai ke mata kita malam ini, padahal ia memulai perjalanannya ketika Rasulullah SAW masih hidup?
Kedengarannya puitis, tapi ini murni sains.
Saat kita menatap langit malam, sebenarnya kita gak pernah melihat bintang secara real-time. Cahaya butuh waktu untuk menempuh perjalanan melintasi ruang angkasa.
Misalnya, cahaya dari Bintang Vega membutuhkan sekitar 25 tahun untuk sampai ke Bumi. Artinya, saat kita melihat Vega malam ini, yang kita lihat adalah Vega 25 tahun yang lalu.
Semakin jauh sebuah bintang, semakin jauh pula masa lalu yang sedang kita lihat.
Nah, sekarang bayangkan ada bintang yang berjarak sekitar 1.400 tahun cahaya dari Bumi.
Kalau malam ini cahayanya baru tiba di mata kita, itu berarti cahaya tersebut memulai perjalanannya sekitar 1.400 tahun yang lalu, ketika Rasulullah SAW masih hidup di bumi.
Wawww.
Dan, ada hal lain yang nggak kalah menarik.
Beberapa bintang yang kita lihat malam ini mungkin sebenarnya sudah berubah, bahkan mungkin sudah meledak dan mati. Hanya saja, kabar tentang peristiwa itu masih dalam perjalanan menuju kita.
Karena itu, saat menatap langit malam, kita sebenarnya nggak cuma melihat ruang.
Kita sedang membaca sejarah.
Dan malam ini, di bawah langit yang sama yang pernah disaksikan Rasulullah SAW dan miliaran manusia sebelum kita, mungkin ada seberkas cahaya dari masa itu yang baru saja tiba di mata kita.
Komentar
Posting Komentar